Langsung ke konten utama

Rhapsody

Taukah kamu?
Sebetulnya aku adalah tipe orang yang tidak percaya dengan sebuah “kebetulan” di dunia ini
Termasuk pertemuan kita
Maksudku pertemuanku denganmu

Pertemuan kita singkat, sederhana. Tapi benar-benar terjadi
Saat akhirnya kita berteman, diam-diam aku selalu mengharapkan adanya pesan demi pesan, demikian pula pertemuan demi pertemuan
Aku harap ada hari yang sama, waktu yang sama, kesempatan yang sama, dan orang yang sama pula
Hanya kau dan aku, kelak

Taukah kamu?
Kalau kemudian hari-hariku berubah
Banyak diisi senyuman dan senyuman
Atau, rindu dan rindu
Atau, bisikan untuk… bilang yang sebenarnya? Begitu?

Ah tidak, bukan seperti itu
Sejak awal aku mengagumimu, aku sendiri ragu akan perasaanku
Aku takut kamu akan lebih menemukan kebahagiaan lainnya di luar sana, dengan seseorang selain diriku
Aku memang manusia egois yang selalu merasa ragu karena aku selalu mengagumimu dari dulu, tapi akulah yang tak mau mengaku
Yang selalu memilih untuk bersembunyi di relung kalbu, di balik kelambu jiwamu

Ah, apapun itu, mungkin aku memang manusia egois yang hanya ingin menikmati indahmu dari sisi tergelapku
Yang hanya ingin menetap di sepasang bola matamu yang indah itu sepanjang waktu
Tapi, biarlah itu semua terjadi
Cukuplah aku bahagia dengan apa yang kupunya saat ini
Saat bersamamu saja
Menjadi manusia yang bahagia seutuhnya, yang sesungguhnya

Entah ini memang bahagia yang sesungguhnya, atau imajinasiku yang terlalu terlatih untuk mengada-ada?
Entah dengan melihatmu tersenyum aku merasakan hal yang sama, atau semua hanya karena aku tak memiliki pilihan?
Entahlah. Tapi yang jelas dapat memilikimu dalam diam bagiku lebih dari cukup untuk menggambarkan arti dari sebuah kata bahagia ini

Kini, aku menyadari sesuatu; bahwa jatuh cinta adalah sama halnya dengan kematian
Kita tak akan pernah tau kapan, di mana, dan bagaimana kita akan menutup mata, begitu pula dengan jatuh cinta.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Film Food, Inc (2008) : Dokumenter yang Berhasil Menyentuh Sendi-sendi Kapitalisme dalam Makanan

          Sumber ilustrasi: Wikipedia Food, Inc (2008) Genre : Dokumenter Rating IMDB : 7,8                Pernahkah terbayang dalam pikiran kita untuk menonton film dokumenter yang mengupas habis mengenai industri makanan di negeri dengan julukan ”Paman Sam"? . Barangkali film Food, Inc bisa menjadi bahan referensi sekaligus bahan pembelajaran bagi kita tentang praktik distribusi dan pengolahan makanan yang ada di Amerika. Mungkin kita selalu berfikir bahwa menyantap makanan kenamaan seperti KFC, Burger King, McD, dan lain sebagainya adalah hal yang patut dibanggakan dan dipamerkan melalui sosial media.                Namun, di balik itu semua ada rahasia kelam dalam glamornya industri makanan khususnya makanan cepat saji. Film ini mengajak kita berkontemplasi sekaligus berpikir kritis tentang bagaimana bahan makanan tersebut diolah, didistribusikan, sampai dampak yang dis...

Review Film One Day (2016) : Kisah Cinta Seorang Nolep yang Berhasil Membuat Mewek Sampai Akhir

Sumber ilustrasi: Imdb Judul : One Day Director : Banjong Pisanthanakun Durasi : 135 menit Tahun : 2016 Rating IMDB : 7,7 TOTALLY NO SPOILER!!! ”Nui, hari ini adalah tanggal 11 Februari. Kau mengalami hilang ingatan atau semacamnya. Besok kau akan melupakan semua yang terjadi hari ini. Tapi aku tak ingin kau lupa. Karena hari ini, kau menemukan seseorang yang mencintaimu lebih dari siapapun. Jika pria ini datang kepadamu, kau harus memberinya kesempatan!”                Hai guys kembali lagi bersama saya. Gimana kabar kalian? Semoga selalu dalam keadaan sehat dan baik-baik saja ya! Kali ini saya akan membahas sekaligus me-review film dari Negeri Gajah Putih. Bicara mengenai film, Thailand memang rajanya dalam membuat film komedi hingga romance yang khas dan berbeda dari yang lainnya.                  Walaupun begitu, kita sebagai penonton film Indonesia tetap dapat menikmati film Thailand den...

Lelah

  Kurasa, kamu mulai menjauh dariku Kamu seperti tidak mengenaliku lagi Mengapa? Setidaknya beri aku alasan yang sesungguhnya Menurutmu lari mengejar sesuatu tidak membuatku lelah? Ya, aku lelah! Kamu sama sekali tidak pernah menengok ke belakang untuk melihatku! Aku mulai terbiasa memperhatikanmu dari belakang yang kini bahagia karena dia Memang aku bukan siapa-siapa Namun di sini, aku selalu ada Tapi sudah kubilang bahwa aku bukan siapa-siapa dan tak akan pernah menjadi siapa-siapa!