Langsung ke konten utama

Postingan

Review Film Mickey 17: Siklus Kematian yang Terus Berulang

    Sumber ilustrasi: Tix ID Judul                   : Mickey 17 Sutradara            : Bong Joon Ho Durasi                  : 139 menit Genre                   : Sci-fi Tahun                   : 2025   Review ini tidak akan mengandung spoiler.                Bong Joon Ho kembali dalam garapan teranyarnya bergenre science-fiction yakni Mickey 17 yang rilis pada 5 Maret lalu di Indonesia dan mendapatkan ulasan yang sangat baik di awal perilisannya dengan memperoleh rating 83% di situs Rotten Tomatoes dan skor 75 di IMDB. Perlu diketahui b...
Postingan terbaru

Buku Itu

Bisakah kita bernostalgia? Bisakah kita menuliskan semua kenangan-kenangan kita yang  perlahan memudar pada buku itu? Hanya berdua saja Aku hanya ingin baik-baik saja dengan mengingat Semua tentangmu Semua playlist lagu yang kita sukai dulu Bahkan momen konyol kita saat perayaan ulang tahunmu yang ke 11 kala itu Mengingat hari-hari di mana kita biasa membunuh waktu Menjelajahi lembar demi lembar kenangan yang menempa rasaku untukmu Yang terus menuntunku sampai menginjak kepala dua usiamu Aku ingin menuangkannya tanpa ada selembar pun yang terlewat Sampai di akhir buku itu tertulis kata tamat “Tapi semuanya sudah ditakdirkan bukan?,” tanyaku “Percayalah, bukan itu yang aku yakini kini," jawabmu dengan yakin Aku hanya mematung untuk beberapa saat karena nyatanya, sangat sulit untuk menjelaskannya Keheningan itu seraya mendidihkan segenap darah di setiap penjuru otakku, seolah semua tertuju pada momen ini "Mengapa kau begitu peduli padaku sejak dulu?" "Eh?," jawab...

Lelah

  Kurasa, kamu mulai menjauh dariku Kamu seperti tidak mengenaliku lagi Mengapa? Setidaknya beri aku alasan yang sesungguhnya Menurutmu lari mengejar sesuatu tidak membuatku lelah? Ya, aku lelah! Kamu sama sekali tidak pernah menengok ke belakang untuk melihatku! Aku mulai terbiasa memperhatikanmu dari belakang yang kini bahagia karena dia Memang aku bukan siapa-siapa Namun di sini, aku selalu ada Tapi sudah kubilang bahwa aku bukan siapa-siapa dan tak akan pernah menjadi siapa-siapa!

Sirna

  Aku bisa jadi sahabat terbaikmu Aku bisa jadi tempat bersandar dalam suka dan dukamu Aku akan selalu menemanimu Aku akan selalu ada untukmu. Jauh atau dekat, semua sama saja bagiku Hanya saja, berat rasanya melihat kebahagiaanmu yang terpancar dengannya kini Bagiku, itu sangat menyayat hati Sekilas memang terlihat remeh, tapi apakah kamu merasakan apa yang kurasa? Sungguh menyedihkan ya? Entah ini memang rasa sakit sementara, atau aku yang memang masih tak rela? Entahlah, tapi apapun itu jangan pernah hiraukan aku dan rasa yang selalu kupendam dalam hati Melihatmu bahagia, juga bagian dari bahagiaku Walaupun memang pada akhirnya kita tak bisa bersama, tapi setidaknya aku masih bisa melihatmu tersenyum bahagia dengannya Aku tak pernah berharap kau tau tentangku kini Kuterima semuanya, walau aku yang harus sakit hati

Ruang Hati

Aku jatuh cinta Kata orang, mata berkata lebih jujur dari mulut Dan dari pandangan di dalam cermin itu, aku tau kalau aku sedang jatuh cinta Meski tanpa orang lain yang mengatakannya, pada nyatanya cermin selalu berkata jujur pada apa dan siapa yang tengah berdiri di sana Aku selalu bisa menangkap kehadiranmu melalui notifikasi sederhana yang hadir melalui layar ponselku Saat senggang maupun renggang, tak henti-hentinya kita bercakap-cakap dalam panggilan jarak jauh yang aku sebut 'ruang kecil' Di satu ruang kecil yang aku sebut sebagai tempat menjadikan rindu sebagai sebuah rahasia yang dimiliki berdua Ruang untuk kita menumpahkan segala tawa, untuk menyandarkan segala lelah dan berbagi cerita-cerita sederhana yang diketahui oleh kita berdua saja Maaf, jikalau aku hanya bisa mencintaimu dalam bayang-bayang di balik layar sana Memandang wajahmu yang entah hanya ilusi semata atau benar2 nyata? Karena nyatanya, kita akan selalu mengukur jarak Dan jaraklah yang membuat kita merasa...

Rhapsody

T aukah kamu? Sebetulnya aku adalah tipe orang yang tidak percaya dengan sebuah “kebetulan” di dunia ini Termasuk pertemuan kita Maksudku pertemuanku denganmu Pertemuan kita singkat, sederhana. Tapi benar-benar terjadi Saat akhirnya kita berteman, diam-diam aku selalu mengharapkan adanya pesan demi pesan, demikian pula pertemuan demi pertemuan Aku harap ada hari yang sama, waktu yang sama, kesempatan yang sama, dan orang yang sama pula Hanya kau dan aku, kelak Taukah kamu? Kalau kemudian hari-hariku berubah Banyak diisi senyuman dan senyuman Atau, rindu dan rindu Atau, bisikan untuk… bilang yang sebenarnya? Begitu? Ah tidak, bukan seperti itu Sejak awal aku mengagumimu, aku sendiri ragu akan perasaanku Aku takut kamu akan lebih menemukan kebahagiaan lainnya di luar sana, dengan seseorang selain diriku Aku memang manusia egois yang selalu merasa ragu karena aku selalu mengagumimu dari dulu, tapi akulah yang tak mau mengaku Yang selalu memilih untuk bersembunyi di relung kalbu, di balik ...

Teruntuk Kamu

Aku hanya ingin selalu ada di dekatmu walau tak pernah terlihat sekalipun oleh ujung matamu Diam diam memperhatikanmu dan sekali waktu mencuri pandang dalam dalam ke wajahmu yang memang sejuk dipandang itu Karena pada kenyataannya, aku terlalu nyaman untuk keluar dari sisi tergelapku Terpaku dalam diam yang membelenggu Ya, memang terkadang aku benar benar benci ketika aku sangat merindukanmu, tapi aku tak bisa berbuat apa apa Namun yang aku sadari, memang begitulah semesta bekerja Ia hanya ingin semua berada pada tempat yang seharusnya Hingga aku diberi rasa sakit dahulu untuk menyadari ketidakmungkinan yang tak bisa dipaksakan oleh setiap manusia Tapi mengertilah, setidaknya dengan begini aku bahagia Aku tak pernah merasakannya Aku berada di tempat yang ku inginkan Aku tak pernah berharap kau tau keberadaanku Yang ku mau hanyalah dapat melihatmu kapanpun dan di manapun dirimu.