T aukah kamu? Sebetulnya aku adalah tipe orang yang tidak percaya dengan sebuah “kebetulan” di dunia ini Termasuk pertemuan kita Maksudku pertemuanku denganmu Pertemuan kita singkat, sederhana. Tapi benar-benar terjadi Saat akhirnya kita berteman, diam-diam aku selalu mengharapkan adanya pesan demi pesan, demikian pula pertemuan demi pertemuan Aku harap ada hari yang sama, waktu yang sama, kesempatan yang sama, dan orang yang sama pula Hanya kau dan aku, kelak Taukah kamu? Kalau kemudian hari-hariku berubah Banyak diisi senyuman dan senyuman Atau, rindu dan rindu Atau, bisikan untuk… bilang yang sebenarnya? Begitu? Ah tidak, bukan seperti itu Sejak awal aku mengagumimu, aku sendiri ragu akan perasaanku Aku takut kamu akan lebih menemukan kebahagiaan lainnya di luar sana, dengan seseorang selain diriku Aku memang manusia egois yang selalu merasa ragu karena aku selalu mengagumimu dari dulu, tapi akulah yang tak mau mengaku Yang selalu memilih untuk bersembunyi di relung kalbu, di balik ...