Sumber ilustrasi: Liputan6.com
Judul : Godzilla Vs Kong
Genre : Action, Sci-fi, Thriller
Director : Adam Wingard
Durasi : 113 menit
Tahun : 2021
”I knew that they had a bond. She had nowhere to go, so I made a promise to protect her, and I think that in some way, Kong did the same”.
- Dr. Ilene Andrews
Hai guys kembali lagi bersama saya. Gimana kabar dari kalian? Semoga dalam keadaan sehat dan baik-baik saja ya! Kali ini saya akan membahas sekaligus mengulas film yang rilis bulan kemarin dan lagi hype di luar maupun di dalam negeri, siapa lagi kalau bukan Godzilla dan musuhnya dalam film ini yakni Kong. Mereka kembali dipertemukan dalam layar lebar setelah terakhir diangkat dalam waralaba Toho dengan judul King Kong Vs Godzilla pada tahun 1962. Film ini akhirnya dapat menjawab pertanyaan serta teori yang bermunculan seiring Godzila Vs Kong diputar di bioskop dan platform film daring yang tentu membuat dahaga fans dari monstervers padam dengan jawaban yang film ini tawarkan. Pada akhirnya kita akan tau siapa pemenang diantara kedua alpha yang memperebutkan takhta raja dari para monster.
Diceritakan dunia terlihat adem ayem setelah kejadian Godzilla King of The Monsters, Kong yang merupakan musuh utama Godzilla diamankan dalam camp milik Monarch untuk menghindari bentrok dengan Godzilla yang dikhawatirkan akan terjadi di masa mendatang. Dr. Ilene Andrews (Rebecca Hall) lalu menggunakan perantara putrinya yakni Jia (Kaylee Hotlle) seorang gadis yang tuna rungu untuk menjalin komunikasi dengan Kong menggunakan bahasa isyarat. Di tengah kesibukan Monarch yang berusaha menyembunyikan Kong, perusahaan Apex Cybernetics memulai sebuah proyek ambisius yang sangat dirahasiakan. Tidak ada yang salah dan tidak ada yang janggal dengan perusahaan itu sampai Godzilla dengan tanpa peringatan menyerang pangkalan Apex Cybernetics dengan membabi buta dan tanpa belas kasih terhadap apa yang ada di dalamnya.
Tentu, serangan Godzilla yang tanpa alasan ini membuat masyarakat panik dan menggiring opini publik secara otomatis bahwa Godzilla sudah tidak berpihak pada manusia. Tetapi Madison Russel (Millie Bobby Brown) dan sahabatnya Josh (Julian Dennison) dan orang dalam Apex, Bernie Hayes (Brian Tyree Henry) mencurigai jika serangan tersebut bukan tanpa alasan; ada yang berusaha disembunyikan oleh Apex Cybernetics. Di sisi lain, Dr. Ilene berupaya sekuat tenaga menemukan habitat baru untuk Kong supaya terhindar dari Godzilla sang pemegang tampuk king of the monsters saat ini. Mampukah mereka mewujudkannya? Dan bagaimana cara Godzilla dapat menemukan jejak dari Kong?
Pada awal diputar, film ini sudah memanjakan mata dengan efek CGI yang benar-benar detail dan mengagumkan. Kita bisa melihat teknologi yang ditampilkan umat manusia dalam film ini tersaji begitu epik dengan Monarch dan Apex yang sama-sama berusaha keras dalam melindung umat manusia. Ditampilkan dengan tempo yang cepat, film ini berusaha menampilkan konflik batin pada manusia yang dirundung kebingungan harus memihak pada alpha yang mana dalam bertahan hidup, karena nyatanya koeksistensi selalu menemui jalan buntu. Hingga pertarungan epik yang tersaji antara Godzilla Vs kong yang menurut saya dapat dikatakan ”fight of the year” karena betul-betul diperhitungkan dengan matang mulai dari scene ikonik bertempur di kapal induk hingga hubungan manusia dengan titan yang diekspos habis-habisan dan mempengaruhi jalannya pertarungan kedua titan tersebut. Pertempuran di tengah kota Hong Kong dengan tampilan kerusakan di mana-mana dan adu pamer kekuatan kedua titan digarap dengan detail yang tiada duanya.
Untuk sajian plot, film ini lebih berkembang dari film sebelumnya karena berusaha menyentuh sendi-sendi kemanusiaan dalam tatanan alam yang belum dijamah oleh manusia dengan menampilkan hollow earth yang menjawab tanda tanya para fans monsterverse. Fokus hubungan antara manusia dengan alam dan isinya dirangkai dengan baik walaupun side story lainnya agak kurang dikembangkan. Soundtrack yang menggelegar didukung dengan tampilan sinematografi yang disempurnakan menjadi poin plus yang dirasa kurang dari film pendahulunya. Saya rasa akting dari jajaran cast film ini bermain cukup baik, meski chemistry kurang dapat. Di sini saya menyoroti akting dari Rebecca Hall yang menjadi bintang utama kurang baik dan terkesan tidak menampilkan seluruh kemampuannya. Saya juga merasakan film ini seakan kebingungan untuk membagi porsi karakterisasi yang berusaha dibangun dalam film yang membuat fokus penonton berubah dengan begitu cepat dalam meniti karakter demi karakter yang ikut andil sepanjang film. Namun, perjuangan mereka patut diapresiasi karena tengah hadir dalam pertarungan dua titan yang berusaha meraih gelar sebagai rajanya para monster dengan cukup baik.
Well, amanat yang disampaikan dalam film ini adalah manusia walaupun dibekali dengan akal dan pikiran hendaknya digunakan untuk kepentingan bersama tanpa mendahulukan kepentingan pribadi. Jangan semata-mata memiliki kekuatan lalu bersikap otoriter dengan memanfaatkan keadaan keruh menjadi kesempatan yang menguntungkan pihak tertentu. Kita juga diajarkan agar selalu merawat alam dan isinya supaya manusia dan alam bisa membentuk suatu ekosistem yang sehat tanpa ada yang dirugikan dari keduanya.
Overall, film ini menyajikan megahnya pertarungan Godzilla melawan Kong didukung dengan visual FX dan scoring yang menggelegar. Saran nontonnya di bioskop yang mendukung Dolby Atmos, atau setidaknya bioskop konvensional selagi ada karena sensasi menonton di bioskop akan jauh lebih terasa daripada di hp atau laptop kecil yang kentang *canda kentang* dengan file bajakan. Yang sudah nonton filmnya, bisa share pengalaman atau kesan kalian juga ya!
My personal rate : 7/10
Komentar
Posting Komentar