Sumber ilustrasi: hotstar.com
Durasi : 111 menit
Rating IMDB : 7,5
“Meskipun aku melihatmu,
aku merasa itu bukan dirimu.
Sungguh menyakitkan bersamamu.”
Judul : Tomorrow I Will Date With Yesterday's You
Director : Takahiro MikiDurasi : 111 menit
Rating IMDB : 7,5
“Meskipun aku melihatmu,
aku merasa itu bukan dirimu.
Sungguh menyakitkan bersamamu.”
Pernahkah terbayang dalam pikiran kalian tentang kisah cinta beda waktu beda dunia? Film asal Jepang berjudul Tomorrow I will Date With Yesterday’s You atau bisa disebut My Tomorrow Your Yesterday ini akan memberikan pengalaman tentang kisah cinta yang langka. Diangkat dari judul novel yang sama dari penulis Tomoko Yoshida, saya benar-benar belum menemukan novel ini dalam terjemahan Indonesia.
Nah balik lagi ke film. Sebenarnya saya sudah nonton Film ini sejak lama. But, saya menyesal mengapa me-rewatchnya kemarin sore. Bukan apa-apa. Tapi sungguh, kesan kedua setelah nonton film ini sama sekali ngga berubah. Justru makin kuat dan bikin gabisa move on. Emang dasarannya sadboy kali. Duh.
Film ini diawali dengan scene dimana Takatoshi (Sota Fukushi) yang saat itu ingin berangkat kuliah dengan kereta berpapasan dengan Emi (Nana Komatsu). Ia langsung jatuh cinta pada pandang pertama dengan Emi. Tak ingin mengambil resiko, Takatoshi yang baru pertama kali jatuh cinta itu langsung mengutarakan perasaan cintanya.
Namun siapa sangka, ia mendapati ekspresi Emi yang tak biasa. Emi terlihat meneteskan air mata lalu kemudian tersenyum dan menjawab, "kita akan bertemu lagi." Hari demi hari dilalui dengan indahnya seperti pasangan yang dimabuk cinta. Lambat laun Takatoshi menyadari ada yang salah pada diri Emi. Emi selalu tau apa yang terjadi selanjutnya dan ia pikir ia memiliki kekuatan precognition. Namun, hal yang tak terduga terjadi. Takatoshi mengetahui siapa sebenarnya gadis yang membuatnya jatuh cinta itu sebenarnya. Waduh, dibuat penasaran gak tuh?
Untuk filmnya sendiri, yang menjadi kekuatan film ini adalah ide. Bagaimana ide tersebut dielaborasi menjadi satu kesatuan film yang epik dengan didukung oleh kemampuan akting dua tokoh utama yang sama baiknya. Walaupun terilhami dari novel, saya rasa feel dalam film ini tetap kerasa banget dan benar-benar character development-nya sangat bagus walaupun hanya menampilkan dua karakter utama sepanjang film.
Di awal film, kita disajikan sebuah cuplikan romansa yang hangat. Bagaimana tokoh utama tersebut dapat mencairkan suasana sebagai orang yang sama-sama jatuh cinta pada pandang pertama. Sampai di pertengahan film, kita disuguhi berbagai perasaan yang berkecamuk setelah Takatoshi mengetahui sesuatu tentang Emi.
Alur ceritanya agak lambat, namun tetap membuat penasaran sampai akhir. Bagaimana hari demi hari dilalui dengan mindblowing, romantis, manis, suka dan duka berpadu menjadi sendu yang akan mencapai klimaks sampai film berakhir. Gubahan musik latar dari Suguru Matsutani yang mengiringi sepanjang perjalanan film sangat epik membuat film jadi lebih terasa dinamikanya. Komposisinya cukup bagus, harmonisasinya oke bahkan sering sering dengarkan berulang-ulang karena memang tersedia di Spotify.
Tempat demi tempat yang menjadi latar dalam film ini juga memorable, banyak netizen mengabadikan latar tempat film ini sebagai objek foto dalam laman Instagram mereka dengan hastag #tomorrowiwilldatewithyesterdaysyou.
Well, amanat yang dapat disampaikan film ini adalah bukan bagaimana momen tersebut akan berakhir, namun lebih kepada bagaimana kita menjalani dan menikmati setiap momen dalam setiap detik yang berharga. Film pun ditutup dengan lagu dari Back Number-Happy End yang seakan melengkapi ending bahagia sekaligus sedih dalam jiwa.
Overall, sebuah tontonan film yang amat menarik dan menyuguhkan kisah cinta yang luar biasa, didukung dengan sinematografi nan memanjakan mata. Tanpa perlu bumbu romance yang lebay, film ini berhasil membuat panca indra saya terpana karena berhasil mencabik-cabik perasaan dengan otak yang dipaksa untuk berpikir namun di sisi lain harus menikmati segala keruwetan yang film ini tampilkan. Fokus saat nonton!
Harap siapkan tisu dan obat sakit kepala. Karena dapat saya pastikan setelah anda menyaksikannya, anda akan selesai dengan perasaan yang tidak baik-baik saja. Yang sudah nonton filmnya, bisa share pengalaman atau kesan kalian juga ya!
Such an underrated film yang sangat layak tonton.
“What if I did some different ways?
You would be still by my side
If there's other way, another tomorrow
I don't wanna be a stranger for your sight
Now I see, it's all about you.”
-Sugar Me
My personal rate : 7,5
Komentar
Posting Komentar