Langsung ke konten utama

Review Fim Tomorrow I Will Date With Yesterday's You (2016): Drama Jepang yang Mindblowing Parah

Sumber ilustrasi: hotstar.com

Judul : Tomorrow I Will Date With Yesterday's You

Director : Takahiro Miki
Durasi : 111 menit
Rating IMDB : 7,5

“Meskipun aku melihatmu,
aku merasa itu bukan dirimu.
Sungguh menyakitkan bersamamu.”


        Pernahkah terbayang dalam pikiran kalian tentang kisah cinta beda waktu beda dunia? Film asal Jepang berjudul Tomorrow I will Date With Yesterday’s You atau bisa disebut My Tomorrow Your Yesterday ini akan memberikan pengalaman tentang kisah cinta yang langka. Diangkat dari judul novel yang sama dari penulis Tomoko Yoshida, saya benar-benar belum menemukan novel ini dalam terjemahan Indonesia. 

        Nah balik lagi ke film. Sebenarnya saya sudah nonton Film ini sejak lama. But, saya menyesal mengapa me-rewatchnya kemarin sore. Bukan apa-apa. Tapi sungguh, kesan kedua setelah nonton film ini sama sekali ngga berubah. Justru makin kuat dan bikin gabisa move on. Emang dasarannya sadboy kali. Duh.

        Film ini diawali dengan scene dimana Takatoshi (Sota Fukushi) yang saat itu ingin berangkat kuliah dengan kereta berpapasan dengan Emi (Nana Komatsu). Ia langsung jatuh cinta pada pandang pertama dengan Emi. Tak ingin mengambil resiko, Takatoshi yang baru pertama kali jatuh cinta itu langsung mengutarakan perasaan cintanya. 

        Namun siapa sangka, ia mendapati ekspresi Emi yang tak biasa. Emi terlihat meneteskan air mata lalu kemudian tersenyum dan menjawab, "kita akan bertemu lagi." Hari demi hari dilalui dengan indahnya seperti pasangan yang dimabuk cinta. Lambat laun Takatoshi menyadari ada yang salah pada diri Emi. Emi selalu tau apa yang terjadi selanjutnya dan ia pikir ia memiliki kekuatan precognition. Namun, hal yang tak terduga terjadi. Takatoshi mengetahui siapa sebenarnya gadis yang membuatnya jatuh cinta itu sebenarnya. Waduh, dibuat penasaran gak tuh?

        Untuk filmnya sendiri, yang menjadi kekuatan film ini adalah ide. Bagaimana ide tersebut dielaborasi menjadi satu kesatuan film yang epik dengan didukung oleh kemampuan akting dua tokoh utama yang sama baiknya. Walaupun terilhami dari novel, saya rasa feel dalam film ini tetap kerasa banget dan benar-benar character development-nya sangat bagus walaupun hanya menampilkan dua karakter utama sepanjang film. 

        Di awal film, kita disajikan sebuah cuplikan romansa yang hangat. Bagaimana tokoh utama tersebut dapat mencairkan suasana sebagai orang yang sama-sama jatuh cinta pada pandang pertama. Sampai di pertengahan film, kita disuguhi berbagai perasaan yang berkecamuk setelah Takatoshi mengetahui sesuatu tentang Emi. 

        Alur ceritanya agak lambat, namun tetap membuat penasaran sampai akhir. Bagaimana hari demi hari dilalui dengan mindblowing, romantis, manis, suka dan duka berpadu menjadi sendu yang akan mencapai klimaks sampai film berakhir. Gubahan musik latar dari Suguru Matsutani yang mengiringi sepanjang perjalanan film sangat epik membuat film jadi lebih terasa dinamikanya. Komposisinya cukup bagus, harmonisasinya oke bahkan sering sering dengarkan berulang-ulang karena memang tersedia di Spotify. 

        Tempat demi tempat yang menjadi latar dalam film ini juga memorable, banyak netizen mengabadikan latar tempat film ini sebagai objek foto dalam laman Instagram mereka dengan hastag #tomorrowiwilldatewithyesterdaysyou

            Well, amanat yang dapat disampaikan film ini adalah bukan bagaimana momen tersebut akan berakhir, namun lebih kepada bagaimana kita menjalani dan menikmati setiap momen dalam setiap detik yang berharga. Film pun ditutup dengan lagu dari Back Number-Happy End yang seakan melengkapi ending bahagia sekaligus sedih dalam jiwa.

         Overall, sebuah tontonan film yang amat menarik dan menyuguhkan kisah cinta yang luar biasa, didukung dengan sinematografi nan memanjakan mata. Tanpa perlu bumbu romance yang lebay, film ini berhasil membuat panca indra saya terpana karena berhasil mencabik-cabik perasaan dengan otak yang dipaksa untuk berpikir namun di sisi lain harus menikmati segala keruwetan yang film ini tampilkan. Fokus saat nonton! 

        Harap siapkan tisu dan obat sakit kepala. Karena dapat saya pastikan setelah anda menyaksikannya, anda akan selesai dengan perasaan yang tidak baik-baik saja. Yang sudah nonton filmnya, bisa share pengalaman atau kesan kalian juga ya!

Such an underrated film yang sangat layak tonton.


“What if I did some different ways?
You would be still by my side
If there's other way, another tomorrow
I don't wanna be a stranger for your sight
Now I see, it's all about you.”
-Sugar Me


My personal rate : 7,5

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Film Food, Inc (2008) : Dokumenter yang Berhasil Menyentuh Sendi-sendi Kapitalisme dalam Makanan

          Sumber ilustrasi: Wikipedia Food, Inc (2008) Genre : Dokumenter Rating IMDB : 7,8                Pernahkah terbayang dalam pikiran kita untuk menonton film dokumenter yang mengupas habis mengenai industri makanan di negeri dengan julukan ”Paman Sam"? . Barangkali film Food, Inc bisa menjadi bahan referensi sekaligus bahan pembelajaran bagi kita tentang praktik distribusi dan pengolahan makanan yang ada di Amerika. Mungkin kita selalu berfikir bahwa menyantap makanan kenamaan seperti KFC, Burger King, McD, dan lain sebagainya adalah hal yang patut dibanggakan dan dipamerkan melalui sosial media.                Namun, di balik itu semua ada rahasia kelam dalam glamornya industri makanan khususnya makanan cepat saji. Film ini mengajak kita berkontemplasi sekaligus berpikir kritis tentang bagaimana bahan makanan tersebut diolah, didistribusikan, sampai dampak yang dis...

Review Film One Day (2016) : Kisah Cinta Seorang Nolep yang Berhasil Membuat Mewek Sampai Akhir

Sumber ilustrasi: Imdb Judul : One Day Director : Banjong Pisanthanakun Durasi : 135 menit Tahun : 2016 Rating IMDB : 7,7 TOTALLY NO SPOILER!!! ”Nui, hari ini adalah tanggal 11 Februari. Kau mengalami hilang ingatan atau semacamnya. Besok kau akan melupakan semua yang terjadi hari ini. Tapi aku tak ingin kau lupa. Karena hari ini, kau menemukan seseorang yang mencintaimu lebih dari siapapun. Jika pria ini datang kepadamu, kau harus memberinya kesempatan!”                Hai guys kembali lagi bersama saya. Gimana kabar kalian? Semoga selalu dalam keadaan sehat dan baik-baik saja ya! Kali ini saya akan membahas sekaligus me-review film dari Negeri Gajah Putih. Bicara mengenai film, Thailand memang rajanya dalam membuat film komedi hingga romance yang khas dan berbeda dari yang lainnya.                  Walaupun begitu, kita sebagai penonton film Indonesia tetap dapat menikmati film Thailand den...

Lelah

  Kurasa, kamu mulai menjauh dariku Kamu seperti tidak mengenaliku lagi Mengapa? Setidaknya beri aku alasan yang sesungguhnya Menurutmu lari mengejar sesuatu tidak membuatku lelah? Ya, aku lelah! Kamu sama sekali tidak pernah menengok ke belakang untuk melihatku! Aku mulai terbiasa memperhatikanmu dari belakang yang kini bahagia karena dia Memang aku bukan siapa-siapa Namun di sini, aku selalu ada Tapi sudah kubilang bahwa aku bukan siapa-siapa dan tak akan pernah menjadi siapa-siapa!