Waktu itu sungguh malam yang keji hingga bala dinginnya dengan tega menyusupi seluruh kisi-kisi tubuh ini
Juga demikian langit yang tak pernah puas menghujani bumi dengan amunisi yang tak terbatasNasib baik sang hujan yang sedang murka masih mengizinkan kita untuk berteduh dibawah naungan sebuah gedung fakultas tua
Kita bersebelahan. Dekat sekali
Adakalanya datang kesempatan ketika tangan kita hanya berjarak lima senti
Ingin sekali aku menggenggam tangan itu
Mendekapnya dengan erat
Hingga kita begitu hangat
Aku tau sebenarnya kamu kedinginan
Namun, sebingkis proyek statistika memastikan kita terhindar dari bahaya hipotermia
Masih kuingat saat kau tak jemu-jemunya menyelesaikan tugas yang tak kunjung tuntas
Aku malah sedang rajin-rajinnya memandangimu wahai kamu yang selalu membuatku candu
Yang kutau, aku hanya ingin selalu berada di dekatmu dan tak ingin jauh darimu
Hanya berharap aku akan selalu jadi bagian penting dalam hidupmu
Aku mencintaimu, semestaku
Jangan pernah berlalu meninggalkanku dengan segala kekuranganku
Komentar
Posting Komentar